Kajian 10 CG: Analisis Berbasis Iptek Untuk Kebijakan Pembangunan Jawa Barat Di Ekonomi Non Pertanian

Selasa, 04 Oktober 2016

Berhasilnya suatu pembangunan daerah dapat dilihat dari perkembangan indikator-indikator perekonomian yang ada, apakah mengalami peningkatan, penurunan, atau dari bagaimana kondisi setiap indikator tersebut terhadap pencapaian parameternya. PDRB termasuk dalam salah satu indikator pembangunan suatu daerah yang biasa dipakai untuk menakar kondisi ekonomi daerah. Perekonomian Jawa Barat pada tahun 2014 mengalami perlambatan dibandingkan pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya.

Maksud dan Tujuan dari kegiatan ini adalah tersusunnya rekomendasi inovasi kebijakan berbasiskan IPTEK di bidang ekonomi non pertanian untuk meningkatkan percepatan pencapaian target pembangunan di Jawa Barat.

Jika melihat ketercapaian indikator misi kedua RPJM Daerah mengenai pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Barat tahun 2014, terdapat beberapa indikator yang tidak mencapai target, yaitu daya beli masyarakat; indeks gini; wirausahawan baru; dan tingkat partisipasi angkatan kerja. Tren PDRB dan kondisi ketercapaian indikator pembangunan ekonomi pada RPJM Daerah memberikan gambaran bahwa masih ada pekerjaan rumah pemerintah provinsi Jawa Barat untuk melakukan percepatan ekonomi daerah, terlebih lagi terdapat tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang menuntut peningkatan kualitas dan daya saing pelaku-pelaku ekonomi Jawa Barat. 

Oleh karena itu, dibutuhkan evaluasi kebijakan eksisting dan rekomendasi alternatif-alternatif kebijakan yang solutif untuk mencapai cita-cita pembangunan daerah Jawa Barat, khususnya pada kegiatan ini difokuskan pada analisis kebijakan di bidang ekonomi non pertanian yang tercantum dalam RPJM Daerah Provinsi Jawa Barat.