Kajian 10 CG: Analisis Berbasis Iptek Untuk Kebijakan Pembangunan Jawa Barat Di Bidang Ekonomi Pertanian

Kamis, 15 September 2016

Semakin berkembang suatu Negara, maka akan semakin kecil kontribusi sektor pertanian atau sektor tradisional dalam PDB. Jika pendapatan meningkat, maka proporsi pengeluaran terhadap bahan makanan akan semakin menurun. Dengan sendirinya kontribusi sektor pertanian terhadap PDB akan semakin kecil dengan semakin besarnya tingkat pendapatan pada sektor non-pertanian. Sebagai upaya meningkatkan sektor kontribusi sektor pertanian dalam PDB pemerintah harus mampu menciptakan integrasi kebijakan industrialisasi nasional yang berbasis pada pertanian. Kebijakan yang lebih memilih berpihak pada sektor industri dengan mengabaikan integrasi antara industri dan pertanian harus diubah.

 

Maksud dan Tujuan dari kegiatan ini adalah tersusunnya rekomendasi inovasi kebijakan berbasiskan IPTEK di bidang ekonomi pertanian untuk meningkatkan percepatan pencapaian target pembangunan di Jawa Barat.

 

Tren kontribusi sektor pertanian yang minus ini disebabkan oleh beberapa permasalahan. Diantaranya adalah kurangnya pengetahuan petani terhadap teknologi pertanian, lemahnya akses petani terhadap sumber pemodalan, alih fungsi lahan pertanian, belum berkembangnya kelembagaan di tingkat petani, dan masih banyak lagi masalah yang teridentifikasi.

 

Oleh karena itu, secara komprehensif harus dilakukan analisis kebijakan yang mencakup evaluasi dan rekomendasi alternatif kebijakan terkait ekonomi pertanian untuk menstimulus pertumbuhan sektor pertanian sesuai kebutuhan daerah.