Varietas Unggul Baru Kentang Toleran Penyakit Busuk Daun Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat

Selasa, 15 Agustus 2017

Jawa Barat merupakan sentra produksi kentang yang cukup penting di Indonesia dan kentang merupakan komoditas unggulan Jawa Barat, dalam pertanaman kentang baik di Indonesia maupun di    Dunia penyakit utama dalam tumbuhan ini yaitu penyakit busuk daun karena kentang itu agroekologinya berada di dataran tinggi dan di Jawa Barat berbeda dengan negara asalnya di Peru merupakan dataran tinggi tetapi kering berbeda dengan di Jawa Barat yang mempunyai dataran tinggi dan basah serta mempunyai komoditi yang tinggi bisa mencapai hingga 90%. Penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur, jamur akan tumbuh dengan baik pada saat kondisi lembab, bahkan di Indonesia penyakit phytophthora menjadi penyakit utama, kerugian yang disebabkan phytophthora sebanyak 50% terutama di musim hujan. Maka BP2D dan Balitsa membuat solusi untuk menciptakan varietas unggul baru tahan penyakit phytophthora caranya mengambil jenis kentang yang preferensinya terbaik di masyrakat dan kentang dipasaran terbagi menjadi dua yaitu kentang untuk sayur dan kentang untuk olahan.

Kentang galur yang belum punya nama(hasil penelitian) dibandingkan dengan kentang yang ditanam petani selama ini dengan menyemprotkan 10 kali pestisida saja pada saat 56 hari(vegetatif maksimum), kentang dengan cara petani sudah ludes (busuk) tetapi kentang penelitian tetap bertahan. Kentang Varietas Unggul Baru yaitu Kentang Toleran Penyakit Busuk Daun memiliki pengurangan estimasi biaya terhadap pestisida, karena apabila dihitung biaya untuk satu hektar yang membutuhkan banyak pestisida dan pestisida pun bermacam-macam, yaitu : akarisida, bakterisida, fungisida dan normatisida. Untuk satu hektar lahan kentang, biaya yang dikeluarkan untuk pestisida yaitu 40 juta(24 juta nya untuk fungisida). Kalau disemprot hanya 10 kali maka efisiensi biaya untuk fungisida berkurang 60% jadi 40% x 24 juta maka dari itu Varietas Unggul Baru Kentang Toleran Penyakit Busuk Daun ini dikembangkan selain itu juga dikarenakan permintaan pasar yang terus meningkat tetapi keandalanya yaitu bibit kentang Varietas Unggul Baru Kentang Toleran Penyakit Busuk Daun ini jumlahnya masih terbatas sehingga belum dapat disebar ke pasaran walaupun permintaan sudah tinggi bukan hanya di pulau Jawa tetapi diluar Pulau Jawa pun banyak yang meminta bibit kentang Varietas Unggul Baru Kentang Toleran Penyakit Busuk Daun tersebut. Kentang Varietas Unggul Baru Kentang Toleran Penyakit Busuk Daun yang dinamai kentang dayang sumbi berjenis granola yaitu kentang yang digunakan untuk sayur sedangkan kentang sangkuriang berjenis atlantis yang hanya dapat diolah menjadi makanan ringan (snack) atau keripik. (NAF)