Rapat Sosialisasi Pengisian Kuisioner Indeks Daya Saing Daerah

Rabu, 19 Juni 2019

Bandung - 17 Juni 2019 BP2D mengadakan acara Rapat Sosialisasi Pengisian Kuisioner Indeks Daya Saing Daerah yang bertempat di Aula utama lantai 2, kantor BPKAD Jl Kawaluyaan Indah Raya No.6 Bandung. hasil dari rapat tersebut adalah :  

  1. Kegiatan Sosialisasi Pengisian Kuisioner Indeks Daya Saing Daerah yaitu dalam rangka menindaklanjuti Bimbingan Teknis Pengisian Indeks Daya Saing Daerah tanggal 20 Mei 2019, di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta yang dilaksanakan oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi, maka dilaksanakanlah Sosialisasi Pengisian Indeks Daya Saing Daerah di tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat.
  2. Jawa Barat telah medapatkan anugerah Budhipura berturut-turut tahun 2015 pada kategori penguatan Sistem Inovasi Daerah, pada tahun 2016 dan 2017 kategori utama. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2018 Kemenristekdikti melakukan metode yang berbeda, yaitu dengan mengukur Indeks Daya Saing Daerah. Jawa Barat memiliki skor Indeks Daya Saing Daerah tertinggi yaitu sebesar 4,944; diikuti oleh Provinsi Jawa Tengah dengan skor 4,94 dan Provinsi Sumatera Selatan dengan skor 4,506. Dalam pemberian Anugerah Budhipura 2018, Jawa Barat hanya hanya meraih peringkat ketiga. Peringkat pertama diperoleh Daerah Istimewa Yogyakarta dengan skor IDSD sebesar 4,453. Untuk Anugerah Budhipraja pada tahun 2017 Kabupaten Bogor dan Kota Cimahi masuk kedalam 5 besar. Pada tahun 2018 yang masuk kedalam 5 besar hanya Kabupaten Bogor dengan skor 5,541.
  3. Narasumber Drs. Hendri Kurniadi, MM.Pd :
    Pengisian Kuisioner Indeks Daya Saing Daerah ini bukan hanya untuk lomba Budhipura dan Budhipraja saja, tetapi untuk formula yang diperkuat kepada pengisiannya sesuai dengan kinerja masing masing OPD ditingkat Provinsi ataupun Kabupaten/Kota yang hasilnya adalah untuk mengukur seberapa besar kinerja di Provinsi ataupun Kabupaten/Kota yang mana dapat dilihat interpensi pemerintah pusat terhadap daerah. Dengan demikian dapat dilihat dari sisi mana penguatannya dan dari sisi mana kelemahan suatu interpensi tersebut.
    Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak, sehingga diharapkan dapat terlibat dalam Anugerah Budhipura dan Budhipraja 2019 karena memiliki potensi pembangunan daerah yang besar. Pesan dari Pak Dirjen “Jawa Barat harus ikut, terutama untuk Provinsi nya dan Kabupaten/Kota, kemudian yang terlibat dalam rapat sosialisasi ini pun diharapkan dapat mengikuti lomba ini, jadi jangan hanya Cimahi dan Bogor saja, karena Jawa barat berpeluang besar apabila dilihat dari potensinya yang sangat tinggi sekali.
    Dalam melaksanakan tupoksi, setiap Pemerintah Daerah sebaiknya bersinergi dengan Perguruan Tinggi di daerahnya masing-masing yang banyak melakukan riset, karena perguruan tinggi menjadi pusat penelitian dengan sumber daya manusia yang memadai serta berkompeten. Riset-riset yang dilakukan di perguruan tinggi tersebut sebaiknya didorong harus bisa masuk ke dalam kepentingan pemerintah daerah dan masyarakat sehingga sesuai dengan visi misi Provinsi Jawa Barat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perguruan tinggi harus didorong untuk melakukan riset yang dapat memenuhi kebutuhan pemerintah daerah, begitu pula dengan pemerintah daerah yang harus memahami karakter perguruan tinggi di daerahnya masing-masing sehingga bisa saling melakukan pendekatan agar perguruan tinggi dapat melakukan riset untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dan masyarakat. Drs. Hendri Kurniadi, MM.Pd  juga mengatakan bahwa  ”Mohon segera untuk mengisi data data yang ada didalam kuisioner, sebenarnya didalam rangka bagiamana pelaksanaan tupoksi kita baiknya setiap Perangkat Daerah baik di tingkat Provinsi, Kabupaten maupun kota harus dapat bersinergi dengan Perguruan Tinggi. Makanya Kementerian Ristekdikti mengusulkan agar Perguruan Tinggi dapat ikut dalam pelaksanaan penyelenggaraan Pemerintah Daerah”. Hal tersebut dilihat dari potensi riset dalam perguruan tinggi yang besar, hanya riset yang ada belum menyentuh kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Maka kebijakan Kemenristekdikti adalah bahwa Perguruan Tinggi harus masuk kepada bagaimana meningkatkan indeks daya saing daerah melalui riset-riset yang telah dilakukan, bukan hanya melalui kerja sama terkait kebijakan menyusun Road Map dan RPJMD saja tetapi bagaimana caranya agar riset perguran tinggi dapat masuk kepada kepentingan masyarakat di daerah.
    Saat ini, sudah ada 10 klaster kebijakan yang didanai oleh Kemenristekdikti. Melalui pengukuran Indeks Daya Saing Daerah, dapat dilihat apa yang menjadi keunggulan di wilayah Jawa Barat, serta kelemahan apa yang harus diinjeksi. Potensi nasional suatu daerah yang meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, dan lain-lain dapat mendorong kekuatan ekonomi nasional, dengan cara melahirkan inovasi-inovasi yang mendukung pembangunan daerah. Untuk mencegah iklim inovasi di daerah harus ada leadership (kepemimpinan), partnership (kerjasama), openness (keterbukaan), inclusiveness (inklusif), creativity (kreativitas), synergy (sinergi), serta flexibility (fleksibilitas) yang harus diterapkan di masing maisng pemerintah daerah. Sinergitas sangat penting sekali antara pemerintah daerah dengan daerah lain, antara pemerintah daerah provinsi dengan kabupaten/kota ataupun antara pemerintah daerah provinsi dengan kabupaten/kota dan kementerian. Dan hal ini yang sangat didorong oleh presiden Jokowi bahwa sinergitas harus dibangun untuk melaksanakan pembangunan nasional. Kesempatan bagi daerah adalah melalui otonomi daerah yang tujuannya dimana dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di daerah masing-masing.
  4. Narasumber Pak Herie Saksono :
    Tatacara pengisian kuisioner Indeks Daya Saing Daerah Kota/Kabupaten dapat diakses di https://indeks.inovasi.ristekdikti.go.id dengan mengunduh materi serta tatacara pengisian di http://bit.ly/Materi_IDSD . Untuk tingkat kota dapat log-in dengan format kota_(nama kota)@idsd.tk sedangkan tingkat kabupaten dapat log-in dengan format kab_(nama kabupaten)@idsd.tk.