Monitoring Kegiatan Kajian Padi Tahan Genangan di Kabupaten Pangandaran

Senin, 15 Juli 2019

Bandung - Pada tanggal 11 Juli 2019, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat atau BP2D JABAR, melakukan monitoring terhadap kegiatan kajian padi tahan genangan di Kabupaten Pangandaran. 
Berikut adalah hasil dari monitoring kegiatan kajian padi tahan genangan di Kabupaten Pangandaran.

  1. Tanggapan terhadap petani mengenai keadaan ladang yang tergenang air selama 2 minggu dapat berkonsultasi kepada BAPPEDA dan Dinas yang bersangkutan;
  2. Pada salah satu petani memperjelas kelebihan dari padi yang ditanam, yaitu tahan genangan, cepat dalam masa pertumbuhan tanaman (genjah), kokoh, ukuran dari tanaman sesuai dengan alamiah tanam;
  3. Upaya untuk menetralisir terhadap karakter ladang yang mengandung air salinitas tinggi (air asin) agar dapat diperbaiki demi keadaan ladang yang normal;
  4. Adanya pengenalan teknik budidaya yang menggunakan biochar (arang) dan ditambah dengan pupuk organik dengan mengadopsi sistem kamalir-kamalir;
  5. Dilihat dari morfologi padi yang berkarakter besar mempunyai kelebihan keterlambatan dalam genangan air yang memperbaiki keadaan padi, berbeda dengan padi yang lainya sering terjadi gengan air yang cepat, dan memiliki bentuk yang proporsional;
  6. Adanya keresahan terhadap petani untuk menanam jenis padi ini, dapat terjawab secara empiris apabila masa panen telah tiba;
  7. Setelah masa panen tiba buat penanaman jenis padi selanjutnya diharuskan jenis seperti ini lagi, dikarenakan untuk demplot tidak cukup satukali karena belum adanya pembanding maka dari itu dengan adanya penanaman jenis padi ini untuk keduakalinya sebagai pembanding;
  8. Adapun salah satu dalam pembanding dapat dilakukan dengan jenis padi yang berbeda, semacam ciherang;
  9. Adapun peran dari pemerintah sebagai fasilitator yang dapat mengantarkan dalam berjaanya pertanian dimasyarakat;
  10. Ketika datangnya permintaan jenis benih ini dari masyarakat bahwa telah tersedia yang akan disupali kedaerah-daerah, namun adanya keterlambatan Pangandaran dalam mengambil jenis padi ini.

Kesimpulan : Jawa Barat masih banyak daerah yang memiliki ladang padi dalam keadaan rawa dan tergenang oleh air.  Keadaan yang terjadi pada daerah Pangandaran memiliki titik fokus terhadap tanamn padi yang tergenang air selama kurun waktu 2minggu dapat mengakibatkan kegagalan panen, namun bentuk inovasi dari pemerintah adanya jenisa tanaman padi yang tahan akan genagan dan bentuk dari padi yang lebih kokoh dari padi pada umumnya. Harapan dari pemerintah menginginkan adanya suplai benih tanamn padi yang tahan akan genangan, dapat meringankan dari keresahan masyarakat yang umumnya padinya sealu tergenang. Dengan adanya tindak lanjut dalam kegiatan ini dapat berkumpul dengan dinas yang berkaitan dalam memaksimalkan kinerja.