Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Pengembangan Day Old Chicken (DOC) Ayam Sentul untuk pelaksanaan in ovo feeding Ayam Sentul

Minggu, 28 Juli 2019

Majalengka - Memonitoring Kegiatan Pengembangan Day Old Chicken (DOC) Ayam Sentul untuk pelaksanaan in ovo feeding Ayam Sentul yang dilaksanakan oleh para peneliti dari UNHAS (Universitas Hasanudin) bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Balai Pengembangan Pembibitan Ternak Unggas Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

       

Telur ayam sentul yang berada di UPTD Jatiwangi sudah siap untuk dilakukan injeksi atau penyuntikan asam amino terhadap albumin telur. Kelembaban untuk penelitian ini harus mencapai 70% tetapi di UPTD Jatiwangi hanya mencapai 60 hingga 65%. Apabila diinjeksi, berat telur akan naik sekitar 2 gram dibanding dengan telur tanpa perlakuan apapun. Telur ayam sentul yang akan dilakukan Penyuntikan Nutrisi pada Telur Ayam Sentul (In Ovo Feeding) berumur 7 hari, dengan tujuan agar tidak mengganggu pertumbuhan embrio ayam sentul. Telur yang sudah siap ditetaskan akan dimasukan kedalam mesin tetas selama 21 hari (18 hari telur berada pad arak dan akan diturunkan lalu disimpan dalam mesin selama 3 hari hingga menetas) untuk memastikan telur ter fertile.

3 variable setelah Penyuntikan Nutrisi pada Telur Ayam Sentul berhasil yaitu Daya tahan tubuh ayam menjadi meningkat, Efesiensi pakan ayam dan peningkatan berat badan. Peningkatan yang paling signifikan terjadi jika telur yang akan disuntikan nutrisi berasal dari indukan ayam hasil dari in ovo feeding. Tingkat keberhasilan menyuntikan in ovo ke telur ayam kampung yang berada di Univeristas Hasanudin tingkat keberhasilannya tinggi dan Tingkat keberhasilan menyuntikan in ovo ke telur ayam kampung yang telah diterapkan di Balai Jatiwangi sebesar 70% dari total populasi, jadi jika menguji 100 butir telur ayam sentul yang berumur 7 hari, maka yang berhasil kurang lebih 70 butir telur.

Pertumbuhan ayam sentul saat ini masih beragam, tetapi apabila dirata-ratakan butuh waktu 3 bulan untuk mencapai 1 Kg. Agar lebih menarik untuk dunia bisnis dan memajukan ekonomi masyarakat maka BP2D bekerjasama dengan Universitas Hasanudin akan memendekan umur Ayam Sentul sehingga hanya butuh waktu 2 bulan untuk mencapai 1 Kg yang dimana tujuannya adalah mempercepat masa panen ayam sentul. Sebelumnya sudah dilakukan pemendekan umur ayam sentul ini dengan cara dikawinkan dengan ayam boiler namun sudah tidak dapat dikatakan ayam sentul apabila pemendekan umur dengan cara seperti itu karena sudah merubah genetiknya berbeda dengan pemendekan ayam sentul dengan menggunakan teknik in ovo, yang tidak merubah genetiknya hanya memunculkan sifat pertumbuhannya. Penimbangan berat ayam dilakukan setiap minggu-nya selama 8 minggu atau 2 bulan dengan mengambil hanya beberapa sample sebesar 10% dari populasi dan sample ayam terebut yang akan terus menerus ditimbang untuk dipantau perkembangan berat badannya untuk individual, sedangkan ayam yang diluar dari sample akan ditarik rata-rata berat badan.