Memonitoring mesin Percepatan Benih Kentang yang ada di UNWIM

Rabu, 17 Juli 2019

Kabupaten Sumedang -  Jumat 17 Mei 2019 yang bertempat di Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Kabupaten Sumedeang, dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

  1. Bertujuan untuk mengetahui kegiatan yang bekerjasama sebelumnya dengan BP2D apakah masih berlanjut atau tidak dan ingin mengetahui bukti fisiknya.
  2. Ingin melanjutkan kegiatan untuk menghasilkan produksi benih yang bagus tersebut namun memiliki kendala berupa alat yang dipakai buat selanjutnya masih kesulitan untuk didapatkan.
  3. Tahun ke-3 POLBAN menawarkan diri untuk bekerjasama namun dari pihak kita tidak menerima kontrak tersebut, sedangkan peluang untuk mendapatkan alat untuk menunjang keberhasilan produksi bisa didapatkan apabila bekerjasama dengan POLBAN.
  4. Dengan datangnya monev membantu dalam melanjutkan kegiatan ini karena perlu mendapatkan pihak yang berpengaruh dalam keberhasilan pada kegiatan ini.
  5. Berawal dari masyarakat karena banyaknya benih-benih yang tidak berkualitas, terus sementara waktu membuat alat aeropinic untuk meringankan, adapun perlakukan untuk jarak tanaman sudah memiliki rekomendasi ukuran untuk penanaman selanjutnya.
  6. Setelah ada kerjasama dengan POLBAN, dimana dari POLBAN bagian alat sedangkan kita dibagian budidaya, kemudian alatnya dapt di tambahkan atau dihak patenkan dan itu dapat diberdayakan oleh masyarakat, karena hasil dari kita penelitan terakhir dengan polban itu luar biasa diluar dari ekspetasi.
  7. Alat yang bernama Thomas yang berupa box memiliki sistem seperti mesin, mesinya itu hapir mirip dengan AC namun sistem kerjanya itu mirip dengan kulkas, jadi kalau misalkan masih hidup beberapa menit masih nyala untuk mendinginkan tapi kalau misalkan mencapai beberapa suhu tertentu dia akan mati lagi, kemudian ada alat untuk mengatur temperature.
  8. Alat tersebut dapat menghasilkan 800 calon benih, namun memiliki kendala alam yang tidak bisa diatur ataupun direkayasa dan dimana cuacanya sangat ekstrim sehingga lebih cepat waktu panen tidak sampai panen full karna waktu tanaman tidak tahan.
  9. Hasil umbi dapat mencapai 800 sedangkan yang biasanya hanya 25-50 umbi.
  10. Dengan adanya alat ini membantu dalam produksi menjadi meningkat karena dapat diatur dengan temperature suhu yang sesuai pada standar tanaman dan memiliki harapan untuk memakai alat ini dengan berkelanjutan untuk mandapatkan hasil yang maksimal dan diluar dugaan.
  11. Alat yang bernama Thomas produksi sendiri dari POLBAN, terakhir bekerjasama dengan POLBAN dikolaborasikan untuk menghasilkan alat yang menjadi inovasi.
  12. Masih dalam konsumsi internal dan belum ada yang dijual ataupun diperbanyak tapi yang menggunakan.
  13. Harapan dari MONEV dalam alat tersebut dapat mengasilkan inovasi yang bagus untuk kedepanya dan sebaiknya diperbanyak karena dapat menghasilkan keuntungan lebih bagi masyarakat. Alasan yang lain terbukti bahwa alat tersebut dapat menghasilkan produksi diluar dari ekspetasi dan perbandingan yang tidak normal untuk dibandingan hasil normalnya dengan hasil setelah mengginakan alat tersebut.
  14. Adapun maksud dan tujuan untuk menghasilkan benih kentang yang nanti akan menutup pintu impor, setelah adanya alat ini dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisinya dapat beradaptasi dengan cuaca yang terjadi.
  15. Bp2d lebih terfokus kepada Thomas, karena hasil dari si Thomas itu lebih jauh signifikan untuk menghasilkan benih yang meyakinkan, seperti contoh kasunya Gusit di Gubang tentang kompor berbahan baku air dan setelah survey ternyata memang kompornya berbahan baku air tapi sarana dan
  16. prasarana untuk jadi air menjadi bahan bakunya tuh lebih mahal daripada minyak tanah.
  17. Apabila tingkat kerjanya selama 5tahun maka pihak BP2D akan lebih intens dalam menangani permasalahan alat produk seperti ini, tetapi harus ada jenis teknologi yang bertambah dalam hal seperti ini.
  18. Semisal kegiatan ini akan ada kelanjutan, maka dapat dilanjutkan kegiatan yang sebelumnya atau mulai kembali dengan formasi yang maksimal dalam melaksanakan tugas dan alat – alat disimpan jangan sampai rusak, sewaktu perlu dapat diperbanyak.
  19. Yang kerjasama dengan riset kisaran dana 50-125jt sedangkan dengan perguruan tinggi 1,5milyar.
    Dalam ranah pemasaran kita kan udah punya kontak-kontak yang nanti informasikan dan sudah memesan produk panen dari waktu sebelunya dengan harga jual 3000/satuan dan yang paling murah sebesar biji kedelai dengan harga 500/satuan kalau misalkan buat sayur 12.000/kg.

 

BP2D Jabar
Bidang Monitoring, Evaluasi dan Layanan Iptek