Kunjungan Kerja BP2D ke UPTD BAT Cikadu

Jumat, 09 Februari 2018

Di awal bulan Februari tahun 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksanaan Teknis Badan Balai Agro Teknologi (UPTD BAT) Cikadu yang diikuti oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D), Kepala Bidang Monitoring, Evaluasi dan Layanan IPTEK, Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan, Kasubbag Kepegawaian dan Umum, Para Peneliti dan Staf.

Kunjungan kali ini untuk melihat kondisi terbaru Badan Balai Agro Teknologi (UPTD BAT) Cikadu meliputi kunjungan ke kandang Ayam Sentul, kandang Sapi Pasundan, kadang Kambing dan sarana prasaran di lingkungan BAT Cikadu, dimana seringnya BAT Cikadu mengalami musibah terkait fenomena alam seperti angin puting beliung, gempa bumi yang mengakibatkan pergerakan tanah dan longsor, seperti yang terjadi pada akhir tahun 2017 kemarin.

Kepala BP2D berkesempatan menjadi pembina upacara, dalam amanatnya beliau menekankan akan besarnya kepedulian dan perhatian BP2D Pemprov. Jabar terhadap keberlangsungan UPTD BAT Cikadu, meski telah keluar Keputusan Menteri Dalam Negeri terkait keberadaan Balai yang akan dikembalikan kepada Instansi/Lembaga Teknis demi efisiensi dan kemudahan koordinasi, BP2D sebagai badan yang sebelumnya membawahi BAT Cikadu tidak memiliki banyak kesempatan untuk memberikan argumen mengenai pentingnya Cikadu dibawah badan litbang daerah. Namun keputusan telah ditetapkan dan sudah dikonsultasikan dengan pimpinan, meski Gubernur dan Wakil Gubernur sebenarnya tidak menyetujui keputusan tersebut. BAT Cikadu dibawah BP2D merupakan laboratorium penelitian kegiatan-kegiatan penelitian yang dilaksanakan BP2D secara mandiri atau bekerjasama dengan instansi lain.

Kepala Badan juga menyatakan bahwa para staf pegawai BAT Cikadu adalah para pejuang, karena selain melaksanakan program kegiatan pembangunan juga ikut menjaga aset negara di daerah yang bisa dikatakan terpencil disamping merupakan agen penghubung antara pemerintah baik pusat dan provinsi dengan masyarakat pedesaan terluar. Terakhir Kepala Badan memaparkan sejarah keberadaan BAT Cikadu dari mulai diserahkannya willayah luas pertanian Cikadu kepada Kemenristek lalu dilanjutkan pengelolaannya kepada BP3IPTEK Prov. Jabar pada tahun 2015 yang dkemudian berganti nama menjadi BP2D Prov. Jabar pada tahun 2016.

Kepala UPTD BAT Cikadu, menyatakan apresiasinya atas kehadiran dan kepedulian Kepala BP2D beserta jajarannya akan keberlangsungan BAT Cikadu. Selama ini Balai telah banyak memberikan kontribusi kepada kemajuan masyarakat Jawa Barat khususnya pengembangan penelitian namun tetap perlu peningkatan implementasi hasil penelitian tersebut sehingga dirasa dampaknya bagi masyarakat. Sehingga dirasa penting pendirian perpustakaan baik berupa fisik maupun digital yang mampu menghimpun semua proses dan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan oleh BAT Cikadu.

Meskipun BAT Cikadu sudah tidak menjadi Balai dibawah BP2D Provinsi Jawa Barat, namun diharapkan komunikasi baik untuk kerja sama penelitian dan sesama Aparatur Sipil Negara yang memegang Cikadu masih terjalin dengan baik. Selain itu, diharapakan kedepan tidak hanya pendirian pusat dokumentasi pustaka penelitian namun juga BAT Cikadu mampu menjadi technopark sebagai tempat wahana bagi berkumpul dan berkaryanya para inovator, researcher yang ditunjang dengan kecanggihan laboratorium dan sarana pendukung penelitian lainnya.