Kunjungan BP2D Ke Bappeda Litbang Provinsi Bali

Senin, 24 Juli 2017

Dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur sekretariat dan pengelola website, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan studi komparasi ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Pemerintah Provinsi Bali pada tanggal 18 Juli 2017. Dalam kunjungan ini pimpinan rombongan BP2D, Ibu Dra. Hj. Dyah Yuliastuti, M.M. selaku Kasubag Perencanaan BP2D langsung disambut oleh Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali Bapak Ir. I Putu Astawa, M.Ma.

Bapak Ir. I Putu Astawa, M.Ma menjelaskan bahwa Bappeda dan Litbang Provinsi Bali masih bersatu dan belum berdiri sendiri. Berbeda dengan keadaan di Provinsi Jawa Barat dimana Bappeda dan Balitbangda telah berdiri masing-masing, disamping itu Bappeda Litbang Bali masih merupakan badan kelitbangan yang bertipe B. Hal ini dikarenakan Bappeda yang terdapat di Kabupaten Bali beberapa diantaranya masih belum mendapat penilaian B dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

 

Tujuan kunjungan kerja ini untuk dapat mempelajari dimana fokus pembangunan dan program kerja utama Bappeda Litbang di Provinsi Bali. Provinsi Bali merupakan provinsi dengan pendapatan terbesar dari sektor pariwisata dimana tercatat sekitar 13 juta wisatawan dalam satu tahun baik dari dalam ataupun luar negeri melakukan kunjungan ke Bali. Hal tersebut menjadi dasar fokus pembangunan pada sektor industri pariwisata, pertanian dan kerajinan yang digenjot bersama oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Bali.

Disamping itu salah satu program kerja utama Bappeda Litbang Provinsi Bali yaitu menanggulangi kemiskinan sehingga Provinsi Bali saat ini dapat menempati urutan kedua terendah setelah Provinsi DKI Jakarta secara nasional mengenai kemiskinan. Pemprov Bali mempunyai dua strategi dalam menanggulangi kemiskinan yaitu mengurangi beban masyarakat miskin dan menambah pendapatan masyarakat pada lain sisi. Program-program untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya beasiswa miskin, bedah rumah dan program gerbang satu.

Penelitian yang dilakukan di Bappeda Litbang Provinsi Bali masih belum optimal dalam penyebaran hasil-hasil penelitian serta penerapan dalam masyarakatnya. Hal tersebut dikarenakan masih belum ada peneliti khusus di lingkungan Bappeda Litbang Provinsi Bali. Penelitian yang dilakukan selama ini masih bersifat swakelola dengan PTN/PTS yang ada di Bali. Dalam menjaring inovasi-inovasi terbaik dibidang penelitian, Bappeda Litbang menyeleksi dan memberi apresiasi kepada inovator terbaik di Provinsi Bali pada rangkaian acara ulang tahun Pemerintah Provinsi Bali di setiap tahunnya.