Gubernur Jabar Luncurkan Maghrib Mengaji

Jumat, 14 Desember 2018

SUKABUMI -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan Program Maghrib Mengaji, di Masjid Agung Kota Sukabumi, Kamis (13/12/18) sore.

Maghrib Mengaji ini, merupakan bagian dari 10 Program Keumatan Jawa Barat yang telah dibahas Gubernur Ridwan Kamil dengan para kiai dan ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.

Aktivitas mengaji dan membaca Al- Quran di masjid selepas melaksanakan Shalat magrib, memang telah menjadi tradisi dan budaya umat Islam Indonesia sejak lama. Namun seiring perkembangan zaman tradisi baik ini sudah mulai pudar. Selepas Magrib, masjid- masjid biasanya hanya diisi orang tua. Sementara anak-anak dan remaja lebih senang menghabiskan waktu untuk bermain gawai.

"Kita harus menjadi orang tua yang berhasil, ada beberapa ciri orang tua berhasil. Pertama, anak kita harus lebih cerdas dari orang tuanya, anak cucu harus lebih sehat dari orang tuanya, anak kita lebih makmur lebih sejahtera. Maka marilah kita berkumpul berlomba- lomba dalam kebaikan," kata Gubernur Ridwan Kamil, di Masjid Agung Kota Sukabumi, Kamis (13/12/18).

Mengutip sebuah penelitian dari Digital GFK Asia, warga Indonesia setidaknya menghabiskan waktu sekutar 4 -5 jam per hari mengutak-utik layar gawai mereka.

Sementara yang dilihat, lanjut Gubernur, biasanya humor, hal- hal "receh", dan kesia-siaan belaka. Alangkah bahayanya, jika yang dilihat adalah contoh- contoh negatif, hoax, dan provokasi yang bisa merusak moral hingga memecah belah bangsa.

Maka secara tegas, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, lanjut Emil, panggilan Gubernur, memiliki gagasan yang bertuliskan "Jabar Juara Lahir Batin." Karena, Emil tak ingin Jawa Barat hanya maju di pembangunan duniawi saja, tapi juga ukhrawi pada urusan moral, religius, spiritualitasnya.

"Tidak ada perintah dari negara perintah undang- undang secara khusus untuk urusan mengaji. Tapi sebagai pemimpin Muslim, saya ingin, saya dan warga saya selamat di dunia dan di akherat kelak," katanya.

Sehingga program Maghrib Mengaji, sebut Emil, digarapkan dapat mencetak menusia Pancasila yang bertakwa melalui penguatan masjid sebagai pusat peradaban.

Selanjutnya lanjut Emil, pihaknya akan membuat surat edaran ke daerah- daerah lainnya di Jawa Barat untuk memaksimalkan puluhan ribu masjid di Jabar untuk menggerakan program ini. Hingga suatu saat di Jawa Barat, tidak ada lagi warga yang buta huruf Al- Quran.

Sumber : HUMAS JABAR