Alat Pemanen Mangga Tanpa Getah Solusi Bagi Petani

Senin, 17 Juli 2017

Mangga gedong gincu merupakan salah satu jenis buah tropis yang sangat eksotis, karena memiliki ukuran, bentuk, warna, rasa dan bau yang khas dan sangat menarik. Mangga gedong gincu merupakan komoditas agribisnis yang sangat berarti di Indonesia, karena jenis mangga ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dibandingkan dengan jenis mangga lainya, selain itu mangga gedong gincu merupakan salah satu jenis mangga yang paling banyak diekspor.

Kecamatan Sedong merupakan salah satu wilayah yang memiliki jumlah petani mangga gedong gincu terbanyak di Kabupaten Cirebon. Mangga gedong gincu merupakan jenis buah klimaterik. Buah klimaterik merupakan jenis buah yang masih mengalami proses pematangan setelah dipetik dari pohon. Faktor utama yang mempengaruhi kematangan buah adalah etilen. Etilen pada buah mangga merupakan getah yang sering keluar pada pertemuan antara batang dan buah. Etilen keluar bersama dengan terlukanya buah atau biasa disebut dengan getah buah.

Etilen yang keluar dan terpapar oksigen di lingkungan mampu mempercepat proses kematangan buah. Namun dalam proses distribusi mangga kematangan buah dengan cepat bukan hal yang diharapkan, hal ini untuk dapat mempertahankan kualitas buah hingga sampai pada tangan konsumen.

Dengan adanya penggunaan alat pemanen mangga tanpa getah yang sedang dalam penelitian oleh Tim Institut Pertanian Bogor yang beranggotakan Agus Sutejo, Wawan Hermawan dan Ahmad Thoriq, diharapkan mampu memperpanjang masa distribusi buah mangga serta dapat meningkatkan nilai ekonomi produk mangga. Pada proses pemanenan buah mangga dipilih buah mangga siap panen dengan kriteria sudah memiliki warna kekuningan namun belum bertekstur terlalu lembek hal ini untuk mendukung proses pascapanen dari sortasi hingga distribusi.

Konsep dari alat pemanen mangga tanpa getah ini yaitu terdapat sudut pisau yang tepat sehingga dapat menahan ranting yang akan ditarik saat pemanenan. Setelah ditarik, maka buah mangga akan terjaring dalam jaring alat. Sehingga meminimalkan benturan buah akibat jatuhnya buah ke permukaan tanah. Menurut Pa Agus Sutejo, diameter serta bahan pemilihan jaring juga menjadi faktor penting. Hal ini karena semakin tebal diameter tali dapat memperbanyak kemungkinan penyerapan getah dari hasil panen buah mangga yang tidak berhasil (ranting lepas dari buahnya). Getah yang terserap dapat menempel pada buah lainnya sehingga dapat mempercepat kematangan buah lainnya meskipun rantingnya tidak terlepas. Selain itu faktor penting lainnya yaitu jarak mata pisau dengan lingkar besi penahan jaring, dibuatkan jarak ±2cm agar pada hasil batang buah yang dipanen terdapat jarak ±1cm.

Dengan alat pemanen tanpa getah ini diharapkan dapat bisa menurunkan rendemen kerusakan buah pada saat distribusi serta dapat mempermudah petani selama proses pemanenan buah mangga. Untuk membuktikan teori mengenai kematangan buah masih perlu juga dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kecepatan respirasi buah mangga agar dapat ditarik kesimpulan penelitian. (NRS)