Launching Hasil-hasil Kegiatan Penelitian BP3IPTEK dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian

Rabu, 20 April 2016

Bertempat di Balai Pengembangan dan Perbibitan Ternak Sapi Potong Desa Cijeungjing Kabupaten Ciamis pada tanggal 19 April 2016, BP3Iptek Jabar bersama dengan Dinas Peternakan Jabar menggelar acara Launching Hasil-hasil Kegiatan Penelitian BP3IPTEK dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian. 


Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Prof. Deny Juanda Puradimaja dalam laporannya, ada enam sumber daya genetik ternak di Jabar yang telah didaftarkan sebagai rumpun baru khas Jabar. Keenam sumber daya genetik tersebut adalah Sapi Pasundan, Itik Rambon, Itik Cihateup, Ayam Sentul, Ayam Pelung dan Domba Garut.

 

Prof. Deny juga menjelaskan, selama ini telah dilakukan penelitian oleh BP3Iptek dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri yang ada di Jabar. “Kita ada BP3IPTEK. BP3IPTEK ini melakukan kegiatan penelitian kreatif. Penelitian kreatif adalah penelitian yang dibutuhkan oleh masyarakat Jabar, seperti penelitian Sapi Pasundan ini,” terangnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan juga menyampaikan pentingnya peran IPTEK dalan pengembangan peternakan khususnya di Jawa Barat. “Iptek harus hadir untuk percepatan yang bermanfaat bagi kehidupan kita. Kalau tidak didukung dengan Iptek kemajuan pun sulit dicapai”.

 

“Ini sebuah keberhasilan. Ke depanya sapi-sapi yang punya khas pasundan, sapi lokal yang tahan banting, minim resiko terkena penyakit dibandingkan dengan sapi-sapi luar harus terus dikembangkan. Kita tidak boleh lagi ketergantungan dengan sapi impor. Kita juga patut bangga punya ayam sentul. Ke depan harus bisa diindustrikan, karena dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak. Sama juga dengan Itik Rambon yang asalnya dari Cirebon, ini dapat mendukung ketahanan pangan tanpa harus menunggu produksi orang lain,” jelas Ahmad Heryawan

 

Pada acara tersebut, sekaligus diadakan deklarasi mendukung program pengembangan Sapi Pasundan. Kesepakatan itu ditandatangai oleh kepala daerah/perwakilan Kabupaten  Tasikmalaya, Kabupaten  Ciamis, Kabupaten  Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten  Purwakarta, Kabupaten  Majalengka, Kabupaten  Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Bogor, Kabupaten Subang dan tuan rumah, Kabupaten Ciamis.

 

Dilakukan juga penandatanganan perjanjian kerja sama penelitian kreatif antara BP3Iptek dan 4 perguruan tinggi terkemuka yang ada di Jawa Barat, yaitu UNPAD, ITB, IPB dan UI.