Pengembangan Varietas Unggul Baru Kentang Toleran Penyakit Busuk Daun (Phytopthora Infestans)

Kamis, 01 September 2016

Sentra produksi kentang di Jawa Barat tersebar di beberapa kabupaten terutama di wilayah periangan antara lain di Kabupaten Bandung (Pangalengan, Ciwidey, Lembang, Cisarua), Kabupaten Garut (Cikajang, Cisurupan), dan kabupaten Cianjur (Cipanas, Pacet). Total luas areal penanaman kentang di Jawa Barat adalah 13.766 Ha atau 21.5 % dari total area kentang nasional (BPS, 2009).

 

Maksud dan Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis kualitas ubi (kandungan pati, gula reduksi, berat jenis, dan hasil gorengan); Mendaftarkan 2 varietas kentang toleran penyakit busuk daun; Melakukan demplot VUB; Memproduksi benih penjenis dalam bentuk planlet; Memproduksi benih dasar (G0).

 

Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) bekerjasama dengan Badan Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Iptek Provinsi (BP3Iptek) Jawa Barat, pada tahun 2016 akan melakukan pelepasan dan pengembangan varietas unggul baru tersebut yang lebih lanjut diharapkan VUB kentang tersebut menjadi Varietas Unggul Baru kentang harapan yang tahan hawar daun untuk dikembangkan dalam upaya peningkatan produksi kentang khususnya di Jawa Barat dan umumnya di tingkat nasonal.

 

Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk pelepasan VUB tersebut pada tahun 2016, secara agronomis akan dilakukan uji demontrasi plot (demplot) untuk mengetahui pertumbuhan dan keunggulan ketahanan kentang tersebut terhadap penyakit hawar daun, serta akan dilakukan kajian pada berbagai aspek untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai performance keunggulan VUB tersebut. Selanjutnya, VUB tersebut perbenihannya akan dikembangkan oleh Jawa Barat melalui Balai Pengembangan Benih Kentang (BPBK) Pangalengan yang merupakan UPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat.