Kunjungan Pengurus Jurnal dan Buletin BPP Kemendagri ke BP2D Provinsi Jawa Barat

Senin, 06 Maret 2017

Pada hari Senin, 6 Maret 2017 Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat kedatangan tamu BPP Kemendagri dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekonomi dan Kesekretariatan. Tujuan kedatangan BPP Kemendagri untuk peliputan seputar BPP untuk bahan publikasi majalah ‘Media BPP’. Bahan peliputan terkait dengan kebijakan yang dikeluarkan serta inovasi yang dibuat. Media BPP akan menerbitkan rubrik tentang BP2D Provinsi Jawa Barat dibulan April 2017.

Pihak BPP Kemendagri diwakili oleh Bapak Moh. Ilham A Hamudy selaku staf dari Kemendagri sub-bagian Perpustakaan, Informasi dan Publikasi. Beliau merupakan pengelola jurnal yang dikeluarkan Kemendagri yaitu Jurnal Bina Praja yang telah terakreditasi dari tahun 2011 dan Jurnal Matera Pembaharuan yang baru akan diterbitkan di bulan Maret 2017. Pihak Kemendagri melakukan 2 jenis publikasi yaitu publikasi ilmiah dan popular. Ilmiah berupa jurnal dan popular berupa buletin. Jurnal yang diterbitkan Kemendagri berisi 14 artikel dalam satu jurnal dan terbit sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Mei dan November. Sejak tahun 2016, jurnal yang diterbitkan telah berubah dari cetak menjadi elektronik (binaprajajournal.com). Perubahan dari versi cetak ke elektronik ini merupakan keharusan dari pihak LIPI untuk bisa dilakukan re-akreditasi. Jurnal Bina Praja merupakan jurnal dengan cakupan pembahasan terkait tupoksi pemerintahan dalam negeri dan jurnal matera pembaharuan mengenai inovasi kebijakan.

Menurut Bapak Ilham, ujung tombak dari sebuah Badan Penelitian Pengembangan yaitu peneliti serta eksistensinya dan publikasi. Tanpa adanya publikasi berati tidak terdapat ‘wadah’ untuk memperkuat peneliti dari BPP. Saat ini, tidak semua BPP mempunyai jurnal yang bersifat elektronik. Hanya terdapat 3 jurnal yang dikeluarkan oleh BPP di Indonesia yang telah memiliki akreditasi. Tiga jurnal tersebut diantaranya Jurnal Bina Praja (BPP Kemendagri), Jurnal Kebijakan Pembangunan (BPP Kalimantan Selatan) dan Jurnal Inovasi (BPP Sumatera Utara). Dari proses pengelolaan sebuah jurnal sering ditemukan problem utama salah satunya adalah ketersediaan naskah dan konsistensi penulisan.

Selanjutnya, setelah pengenalan berkenaan dengan publikasi dari pihak Kemendagri. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat, Bapak Lukman Shalahuddin mulai menceritakan tentang awal mula dan perkembangan BP2D Jawa Barat. Dasar dibentuknya badan penelitian dan pengembangan di Jawa Barat untuk mengembangkan Jawa Barat berbasis analisis kebijakan, pemanfaatan hasil Iptek serta pembangunan jaringan dan kemitraan. Diharapkan dengan berdirinya BP2D, hasil penelitian dari para peneliti tidak hanya sekedar dipublikaikan melainkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat.