Iwa : Sholat Istisqo, Ikhtiar Utama Kita

Selasa, 16 Oktober 2018

BANDUNG - Musim kemarau berkepanjangan melanda wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Intensitas hujan yang kurang ini, menggerakkan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk menggelar sholat istisqo atau meminta hujan di Lapangan Gasibu Bandung, Selasa (16/10/18) pagi. 

Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe'i memimpin pelaksanaan sholat istisqo berjamaah. Dalam khutbahnya Rachmat mengajak masyarakat untuk meningkatkan Istigfar, melakukan taubat, dan bersodaqah karena menurutnya bencana kekeringan ini merupakan peringatan bagi umat.  

"Marilah memberikan makna dalam pelakasaan ibadah ini dengan meningkatkan istighfar, melakukan taubat, dan bersodaqah. Barangkali tidak adanya hujan , kurangnya nikmat Allah ini karena ulah manusia sendiri," ujar Rachmat.

"Dan pada kesempatan ini mari kita jadikan ajang memohon ampun kepada Allah, karena ini bisa jadi peringatan untuk kita," tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda)  Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengungkapkan selama musim kemarau ini, pihaknya kerap kali mengimbau bahkan mengajak kaum muslimin untuk menggelar shalat istisqo, baik pada Pemda Kabupaten/Kota maupun ditingkat Kecamatan agar musim hujan segera tiba dan kekeringan tidak terus berlanjut.  

"Saya mohon kepada seluruh masyarakat Jawa Barat khusunya Bupati/Walikota, baik itu Camat,Lurah atau Kepala Desa untuk melakukan hal yang sama. Karena ini penting, bisa jadi bencana kekeringan ini merupakan kekhilafan kita," ungkap Iwa. 

"Jadi ada dua ikhtiar, yang pertama dari bidang keilmuan kita sudah bekerjasama dengan BPPT untuk melakukan rekayasa hujan buatan dan ikhtiar yang utama adalah yang kita lakukan sekarang, sholat istisqo. Alhamdulillah kita hadir dengan ikhlas untuk mendoakan seluruh warga Jawa Barat agar segera mendapat barokah dari Allah. Dan Masya Allah tadi malam di beberapa wilayah sudah turun hujan," sambungnya. 

Seperti diketahui, saat ini di Jawa Barat khususnya wilayah Pantura dilanda kekeringan akibat musim kemarau. Yang terkena dampak kekeringan terparah ada di wilayah indramayu. 

Berdasarkan laporan dari Dinas Ketahanan Pangan, dari sekitar 300.000ha tanaman padi yang ada, sekitar 3.000ha-an terkena dampak kekeringan. 

Iwa menuturkan beberapa wilayah sudah dilakukan tindakan. "Pertama adalah dengen melakukan pompanisasi dari sungai ditarik ke atas untuk melakukan pengairan. Langkah kedua, PSDA dan jajarannya akan membuat jaringan irigasi, baik itu irigasi primer, sekunder, maupun irigasi jaringan sampai ke desa sampai ke sawah. Ketiga dengan membagi air secara baik," tuturnya. 

Untuk langkah jangka panjang, pihaknya akan mendorong pembangunan 6 waduk yang ada di Jawa Barat yang merupakan program Pemerintah Pusat yang didukung penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Itu yang akan dilakukan sehingga Jawa Barat tetap indeks pangannya meningkat sekaligus produktivitas meningkat, yang pada akhirnya Jawa Barat tetap menjadi juara dalam hal ketahanan pangan khususnya padi," tutup Iwa.

 

Sumber : HUMAS JABAR