Pembahasan Standar Nasional Indonesia (SNI) Sapi Pasundan

Jumat, 17 Maret 2017

Pada tanggal 15 Maret 2017, dilakukan pertemuan perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Sapi Pasundan, Hasil Penelitian Bioteknologi LIPI bekerjasama dengan BP2D tahun 2016, bertempat di Ruang Rapat Malabar Gedung Sate Bandung. Acara ini dipimpin oleh Kepala BP2D Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Lukman Shalahuddin, M.Sc. Dalam pembukaan beliau menyampaikan bahwa pengusulan penetapan SNI Sapi Pasundan ini didasarkan pada SK Menteri Pertanian Nomor 1051/KPTS/SR.120/10/2014. Daya Saing Negara Indonesia yang kalah salah satunya dari kurangnya HAKI/standar nasional jika dibandingkan dengan Negara lain. Penetapan SNI Sapi Pasundan ini dapat memudahkan produsen dan konsumen dalam hal transaksi. Diharapkan dari rapat ini dapat menyepakati hal-hal apa saja yang dapat menjadi standar Sapi Pasundan nantinya, baik dari segi harga, karakteristik maupun kualitas. Penetapan SNI Sapi Pasundan ini dilakukan pengukuran pada beberapa bagian tubuh sapi diantaranya tinggi gumba, panjang badan dan lingkar dada. Karakteristik yang digunakan untuk SNI Sapi Pasundan ini diperoleh dari hasil penelitian LIPI, BP2D, UNPAD dan IPB adalah ciri yang paling dominan.

Dalam acara ini hadir perwakilan dari LIPI yaitu Dr. Ir. Syahruddin Said, M.Agr. Sc, yang dalam kesempatan tersebut memaparkan Rancangan Standar Nasional Indonesia Sapi Pasundan. Rancangan SNI Sapi Pasundan diperoleh data dari Kabupaten Tasikmalaya, Majalengka, Pangandaran dan Ciamis. Hadir juga perwakilan dari perguruan tinggi Bapak Dr. Agr. Ir. Asep Anang, M.Phil menyampaikan bahwa sudah dilakukan riset awal mengenai sapi rancah/pasundan yang tidak jauh berbeda. Adanya karakteristik, standarisasi, dan sertifikasi pemurnian (breed certification) menjadi hal yang penting. Sedangkan perwakilan Badan Standarisasi Nasional selaku badan yang mengeluarkan SNI di Indonesia diwakili oleh Theista Savanty, S.Pt.

Dalam pemaparannya, Ibu Theista Savanty, S.Pt menyampaikan bahwa prinsip dasar perumusan SNI terbuka bagi siapa saja untuk berpartisipasi dalam proses perumusan standar melalui jalur KT (Komite Teknis) atau Mastan (Masyarakat Standarisasi Nasional Indonesia). Proses ini dapat memberikan kesempatan kepada UKM dan daerah untuk berpartisipasi dalam perumusan SNI. Proses ini dapat diikuti secara transparan melalui media IT sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung melalui konsensus nasional dan tidak memihak. SNI dibuat dengan memperhatikan keberadaan standar internasional. Selain itu, sebaiknya harmonis dengan standar internasional. Standar yang dibuat disesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga dapat diperoleh hasil yang efektif dipakai untuk fasilitasi perdagangan. Proses usulan Perumusan SNI dibagi kedalam beberapa tahap. Tahap pertama, usulan PNPS (Program Nasional Perumusan Standardisasi) diserahkan melalui SISPK (Sistem Informasi Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian). Tahap kedua, publikasi 30 hari PNPS ke masyarakat (melalui SISPK). Tahap ketiga, usulan PNPS dibahas dalam rapat KTPS. Tahap keempat, Usulan PNPS dibahas dalamĀ  KKPS. Tahap kelima, Penetapan PNPS. Komite teknis Sapi Pasundan sudah ada saat ini di Kementrian Pertanian. SISPK (Sistem Informasi Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian) ialah sebuah web portal (sispk.bsn.go.id) sistem yang berfungsi membantu masyarakat maupun Komite Teknis dalam mengetahui, mengusulkan dan mengomentari baik PNPS yang diusulkan maupun RSNI yang sedang di Jejak Pendapatkan. SISPK membantu masyarakat mengetahui perkembangan SNI yang sedang dirumuskan, dan mengetahui LSPro yang diperlukan untuk produk mereka. SISPK dapat membantu Komite teknis dalam berkoordinasi dengan BSN dan memudahkan dalam tracking setiap tahap perumusan SNI, menyesuaikan dengan Perka Pedoman Pengembangan Standar Nasional Indonesia terbaru.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan bahwa beberapa hal yang harus dikoreksi atau diperbaiki antara lain metode standar kurva, data stakeholders dari UNPAD dan BPPT Cijeungjing, warna yang ada harus disesuaikan dengan Kementan, dan tabel standar sapi. Data akan dikirim oleh pihak BP2D agar rancangan usulan SNI Sapi Pasundan dapat selesai dalam seminggu ini. Setelah rancangan siap, kemudian akan dikirim secara online ke website sispk.bsn.go.id.