Peluang Pengembangan Pengendalian Lalat Buah Pada Tanaman Mangga Gedong Gincu Di Kabupaten Sumedang

Senin, 12 September 2016

Jawa Barat dikenal sebagai penghasil Mangga Gedong Gincu utama yang produksinya tidak hanya untuk memenuhi permintaan pasar local (dalam negeri), tetapi juga telah mampu menembus pasar ekspor ke negara-negara di Timur Tengah terutama Arab Saudi. Potensi ekspor Mangga Jawa Barat masih tinggi karena peluang pasar lainnya cukup besar.

 

Maksud penelitian ini adalah untuk mempercepat penerapan pengendalian lalat buah pada mangga gedong gincu dengan menggunakan perangkap methyl eugenol secara luas di tingkat petani.  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengevaluasi efektifitas methyl eugenol dalam mengendalikan hama lalat buah pada mangga gedong gincu; (2) menyebarluaskan informasi tentang teknik pengendalian lalat buah pada mangga gedong gincu dengan menggunakan methyl eugenol  di tingkat petani melalui pendekatan temu lapang (field day); dan (3) Meningkatkan kerja sama petani dalam suatu kelompoktani/gabungan kelompoktani dalam pengendalian lalat buah pada tanaman mangga gedong gincu.

 

Dalam pengembangan Mangga Gedong Gincu mengalami kendala budidaya hingga penanganan panen yaitu adanya serangan hama lalat buah (Diptera: Tephritidae) Lalat buah merupakan hama yang memiliki arti penting bagi pertanian. Kerusakan yang diakibatkan lalat buah mengakibatkan munculnya gejala tusukan lalat buah berupa titik hitam pada buah serta gugurnya buah sebelum mencapai matang yang diinginkan, akhirnya produksi buah kualitas maupun kuantitas menurun.

 

Pengendalian lalat buah adalah dengan menghapus “lalat buah jantan”. Hal ini akan menyebabkan persenyawaan baru tidak akan terjadi diantara lalat jantan dan lalat betina yang menghasilkan telur, seterusnya larva dan anak lalat buah.

 

Manajemen Peningkatan Kualitas Mangga untuk Mendukung Efektifitas Rantai Pasok adalah melalui beberapa pendekatan, yaitu: (1) mengkaji penyebab penurunan kualitas beberapa varietas mangga; (2) Pengendalian secara intensif hama dan penyakit yang menyebabkan penurunan kualitas buah mangga; (3) mengoleksi, memproses dan mengidentifikasi serangan hama dan pathogen yang menyebabkan penurunan kualitas buah mangga; (4) menggunakan teknik molekuler (DNA) untuk melakukan diagnosis; serta (5) mengunjungi pasar untuk melihat rantai pasok buah mangga.