Kuliah Umum Gubernur Provinsi Jawa Barat di Universitas Indonesia

Minggu, 09 April 2017

Jumat (7/03/2017) bertempat di Auditorium Djokosoetono Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memberikan kuliah umum dengan tema Membangun Kemitraan Triple Helix Dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah, selain itu dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Pemprov Jabar dan Universitas Indonesia terkait kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan pembangunan di Jawa Barat.

Acara tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met. dalam sambutannya beliau menuturkan kemitraan dan kerjasama yang dibangun Universitas Indonesia dan Pemerintah Jawa Barat sudah terjalin cukup lama. Pada pertemuan ini akan ditandatangani kelanjutan dari kerjasama sebelumnya. Kerjasama yang telah terjalin diantaranya adalah pemberian hibah riset dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Jawa Barat untuk melakukan kajian pembangunan Jawa Barat di bagian Selatan dalam bidang spasial, kesehatan, sosial dan ekonomi. Kerjasama ini selaras dengan peran UI dalam meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan pemerintah, universitas, dan industri. Selain itu, Pemprov Jawa Barat telah memberikan sejumlah beasiswa untuk mahasiswa UI yang berasal dari Jawa Barat. UI menginformasikan pada Gubernur rencana UI untuk melakukan softlaunching Rumah Sakit Pendidikan UI di kampus ini. Rumah Sakit Pendidikan ini nantinya akan dibawa ke arah standar Internasional dan menjadi suatu ikon Rumah Sakit tercanggih di Jawa Barat.

Dalam pemaparan kuliah umum tersebut, pria yang akrab disapa dengan sebutan Aher ini menegaskan bahwa kampus atau pendidikan adalah pemicu utama kemajuan suatu bangsa, “Menurut penelitian UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) semakin tinggi tingkat pendidikan suatu bangsa, semakin besar daya beli dan tingkat kesejahteraan ekonominya“ ujarnya. Kerja sama tersebut merupakan perwujudan kolaborasi pemerintah, universitas, dan industri (triple helix).

Tidak hanya pemerintah pusat tetapi secara tegas pemerintah daerah masuk menjadi bagian Triple Helix karena pada dasarnya Kampus yang ada di Indonesia meski dikelola oleh pemerintah pusat tetapi berada di kawasan-kawasan daerah di Indonesia. Triple Helix berawal dari konsep ABG (Akademisi, Businesmann, Government) namun diperlukan adanya pihak yang mengatur hukum dan regulasi agar dapat menjalin sebuah kerjasama yang baik, sehingga konsep ini berubah menjadi konsep ABGC (Akademisi, Businesmann, Government, Community).

Strategi pokok membangun daya saing berbasis Sistem Inovasi Daerah yang terpenting yaitu dengan bagaimana kita mengakrabkan pemerintah bersama kampus dan dunia usaha, dimana kampus sebagai tempat penelitian yang dalam pembiayaannya dapat dibantu oleh industri dan pemerintah, setelah didapat hasil penelitian kemudian perlu adanya tindak lanjut kembali oleh industri. Dengan adanya partisipasi ketiga pihak utama maka dapat diaplikasikan konsep dari Triple Helix. Komitmen Triple Helix ini diharapkan menjadi bagian dari penyelesaian urusan kebangsaan kita, dimana kita sebagai bangsa mampu menghadirkan SDM yang unggul dan mengelola SDA yang melimpah untuk menghadirkan kesejahteraan bangsa.